Thursday

Hai Senyuman, Apakah Kau Lelah? (2)

Kita tak mungkin bisa tau apa yang ada di fikiran orang yang saat ini di hadapan kita, kita hanya bisa menilai dari apa yang kita lihat dari luar yag bisa kita lihat dan rasakan, tapi kita sebenarnya tidak bisa mengetahui apa yang ada di dalam kepalanya itu dan apa yang dimimpikannya atau apa yang menjadi beban dia yang mungkin kita tidak tahu kalau ada yang menghambat dia setiap hari karena hal itu.

Bisa jadi semua itu hanyalah sebuah senyuman yang hanya cuma menghibur hati untuk membuat dia senang dan bahagia ke orang lain, tapi itu juga mungkin yang ternyata menutupi agar kebanyakan orang yang bersamanya terlihat bahagia dan dia hanya sekedar menutupi rasa sedihnya dari mereka.


Bukan masalah mereka yang terlalu melow atau mereka yang terlalu membawa perasaaannya, memang semua orang tidaklah sama dengan apa yang mereka fikirkan dan mereka rasakan, bisa saja hal ini membuat kamu marah, tapi apa yang lain bisa menganggap itu sebuah kemarahan, mungkin tidak, mungkin itu membuat yang lain merasa sedih.

Kita hanya bisa menjudge sisi dari seorang, menerka-nerka apa yang mereka fikirkan ke kita, dan mungkin kebanyakan dari kita langsung membenci apa yang mereka lakukan, sementara kita tidak tahu dengan kebenaran yang dia sebelumnya.

Mungkin kita bisa menghargai suatu perasaan orang di sekitar kita, dan kita mungkin hanya harus lebih peka dengan apa yang ada di sekeliling kita dan tidak langsung menghakimi sesuatu yang mungkin kita tidak tahu dengan keadaan yang sebenarnya.

Mungkin ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika kita berjumpa dengan orang seperti ini, apa saja sih hal yang harus di lihat dan di perhatikan.

1. Jadilah pendengar yang baik

Salah satu yang terburuk kita yang menjadi manusia ini adalah kita malas menjadi pendengar yang baik, kita hanya mendengarkan beberpa penggal cerita dan menjadikannya sebuah opini di dalam diri kita dan mengeluatkan pendapat apa yang kita fikirkan sendiri. Dengarkan setiap apa yang ingin orang ceritakan kepada kamu, meski itu adalah hal yang kecil dan tidak penting menurut kamu.

Bisa jadi hal-hal yang kecil yang menurut kamu itu tidak penting itu adalah merupakan sesuatu yang sangat penting dan cukup bisa merubah dia dari kehidupan dia sekarang, sekarang coba lebih peka untuk mendengarkan.

2. Jangan terlalu cepat menjudge

Kita hidup di lingkaran manusia di sekeliling kita yang membuat kita bersosialisai dengan sesama kawan kita dan saudara kita, tapi ada yang salah dari sini, kita sering mendengar cerita yang di siini beda dengan cerita lainnya.

Lantas apa yang terjadi? kita langsung menjudge apa yang kita dapatkan, parah-parahnya lagi kita malah menghakimi orang tersebut dan mungkin bahkan kita bisa memiliki rasa benci kepada orang tersebut yang hanya dari cerita orang lian kepada kita.

3. Jangan Ghibah

Hal ini yang sering mungkin kita lakukan tanpa sepengetahuan diri kita kalau kita lagi ghibahi orang yang dekat dengan kita, kita tidak sadar dengan apa yang  kita lakukan dan apa yang  kita rasanin, sampai-sampai mungkin kita membuat cerita yang melebih-lebihkan agar orang tertarik dengan cerita kita.

Mungkin ini adalah yang paling merusak dan paling bisa menghakimi seseorang, dan sebenarnya kalau kita mau lebih tabbayun kita tidak perlu menceritakan orang, kita cukup menasihati tapi tidak dengan menyebarkan cerita yang tidak-tidak, bukan hanya orang yang di ceritai yang rugi, bisa bisa kita sendiri yang rugi.

Kita tidak tahu apa yang orang lain rasakan, itulah yang paling utama, kita harus bisa menghargai sesuatu yang kita tidak tahu, jangan terlalu cepat menghakimi seseorang dengan cerita yang buruk tersebar dari dia.

Kebanyakan orang tidak mau mengumbar masalahnya dengan orang, atau mungkin dengan orang yang paling dekat dengan dia, hanya saja mereka lebih memilih tersenyum dari pada harus di hakimi dengan seribu opini yang akan menimpa dia.

Mungkin hanya sebuah senyuman yang bisa menghilangkan secuil masalah kehidupan ini, dari pada menceritakan semua dengan orang yang tidak tepat dan akhirnya malah bisa-bisa jadi bahan cerita di tempat lain.





1 comment:

  1. Poin no 1 itu aku setuju banget. Kayanya makin langka ya orang yang bisa mendengar dan menghargai orang lain. Yang lucunya lagi, kalaupun dia serius mendengarkan kita, jatuhnya lebih dia kepo tentang kita atau mau cari bahan ghibahan juga 😂

    ReplyDelete