Jun 13, 2018

Terima Kasih Dalam Acara Blog M Berbagi dan Silaturahmeet Jilid 3

Blogger Medan, kalau di itung sih aku belum genap setahun kali ya gabung di komunitas ini, komunitas yang isinya banyak penggiat media sosial di Medan yang bermacam-macam gendre pula isinya, ya sedikit aku ceritain kenapa aku bisa masuk ke dalam komunitas ini, ya awalnya itu yang pertama karena aku ingin belajar nulis dan lebih rajin lagi nulis, dan pengen belajar apa namanya itu blog.

Ya, benar saja, di dalam wadah ini sudah banyak ilmu yang di dapat, meski ya curi-curi dari yang sudah berpengalaman di dalam dunia digital maupun sama teman di dalam Blogger Medan yang masih sama-sama belajar juga.

Terima Kasih

Tulisan kali ini aku persembahkan untuk rekan-rekan semuanya, kakak-kakak dan abang-abang yang sudah mau ikut berpartisipasi di dalam kegitan Blogger Medan di bulan ramadhan kali ini, dan untuk semua yang sudah mensupport baik moril maupun materil di dalam acara yang Blogger Medan selenggarakan.

Blog M Berbagi
Ini acaranya bisa di bilang dadakan juga engga di bilang ga ada persiapan juga engga, ini acara untuk buka bersama komunitas saja sih, tapi melibatkan anak yatim di dalamnya, mumpung bulan ramadhan pahala di kalikan banyak di sini, jadi apa salahnya kita berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Acara ini berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana awal, meski agak meleset karena ada keterlambatan kehadiran dari pihak terkait, ya namanya juga manusia, harap di maklumin katanya sih begitu, tapi kalau sudah jadi kebiasaan ya mau gimana lagi, masa terus-terusan di maklumin, hmm aja deh

di sini Blogger Medan mengikutsertakan 30 orang anak yatim, dan semuanya bisa hadir, acara seru-seruan, ngabuburit bareng sampe berbuka puasa, nonton film animasi, games dan buka bersama dengan mereka.
Ngumpul  bareng setelah acara
Ya, meskipun banyak kekurangan di sana sini, tapi dalam acara ini kami tau nikmatnya berbagi kala itu, meski tak banyak setidaknya bisa saling menghargai.


Jujur aja, aku gatau ngadain event itu gimana, apa lagi yang namanya dadakan dan mendesak, tapi kali ini aku dan rekan-rekanku di hadapi dengan hal itu, karena yakin aja, semakin banyak satu tantangan semakin dewasa kita menyikapi hal-hal serupa.
Silaturahmeet Jilid 3
acara ini di merupakan acara internalnya Blogger Medan dan Bank Sumut yang tiap ramadhan inshaAllah dilakukan untuk menjalin silaturahmi antara kedua bela pihak yang sudah lama terjalin, yang dimana tahun lalu acara serupa yang bertajuk Silaturahmeet Jilid 2 berjalan dengan sukses.

Nah kalau dulu itu bukan anak-anak dari Blogger Medan yang ngurusin, tapi dari pihak Bank Sumut, tapi kali ini berbeda, mereka meminta Blogger Medan yang ngurus acara satu ini,  dan aku otomatis agak gimana gitu lah yakan, mulai dari cari tempatnya lagi, buat proposalnya, Design yang di perlukan dan banyak lagi yang di siapkan, duhh
Games di Acara Silaturahmeet Jilid 3
Dan semua persiapan itu beres dalam waktu hanya seminggu untuk mengurus ke dua acara di atas, dan itu semua tidak luput dari bantuan rekan-rekan semua yang membantu kelancaran acara ini, meski tak semuanya, tapi setidaknya masih ada yang perduli.

Mau nulis apa lagi ya, wkwk, yauda sih gitu aja, intinya ingin ucapin aja ke rekan-rekan semua yang udah membantu acara di atas, bingung juga mau bilang terima kasih aja, soalnya pas acara ga sempat juga bilang terima kasih ke semuanya, kan siap acara langsung banyak yang pulang, jadi ga ketemu, ya paling cerita-cerita sama yang tinggal di tempat aja sih.
Abang-abang dari Bank Sumut 
oke deh, mungkin itu aja, terima kasih semuanya, foto barengnya ada kok, cuma males uploadnya, hehe...
Baca Lagi Ah. . . → Terima Kasih Dalam Acara Blog M Berbagi dan Silaturahmeet Jilid 3

May 26, 2018

Lebaran? Yang Di Tunggu Dan Dirindukan

Lebaran? Alhamdulillah dengan segenap rasa syukur yang paling dalam, hari ini aku masih di berikan kesempatan untuk menikmati bulan suci Ramadhan kali ini, ya Allah masih menghidupkanku kali ini di bulan yang di mana rahmat-Nya sangat berlimpah dan tak ada tandingannya di antara bulan-bulan yang lain.

Kenapa sih tuhan masih menghidupkanku hari ini dan masih bisa menikmati eksotisnya bulan penuh rahmat-Nya kali ini, ah entahlah, tuhan punya rencana labih indah dari yang ku fikirkan, dan tuhan sudah menuliskan cerita hidupku, yang ku tahu, ketika aku sekali lagi di hidupkan di hari ini, itu karena tuhan masih sayang denganku, Ia ingin aku merubah yang buruk dari diriku, sampai nanti aku menghadap kepadaNya untuk menceritakan kisah hidupku di hadapanNya.

Sudah seminggu lebih terhitung bulan Ramadhan berlalu sampai hari ini masih terasa perjuangannya menuju lebaran di tanggal 1 Syawal nanti, ah sungguh banyak yang akan di nantikan sampai menuju puncaknya kemeriahan lebaran nanti, namun sebelum itu pasti ada yang bakal di rindukan kali ini, yang dulunya ada dan mungkin tahun ini ga ada lagi, ya tiap tahun Ramadhan dan momen lebaran itu punya cerita yang berbeda, tetapi ada beberapa hal yang sebenarnya aku rindukan dan aku tunggu selama ramadhan sampai menjelang lebaran nantinya.

Malam Lailatul Qodr

Tadarusan Yuk..
Moment ini yang sangat di tunggu sama orang-orang yang mencari pahala yang bisa di katakan sangat fantastis dari hari-hari yang biasa, di sini semua ingin berlomba untuk mendapatkan pahala malam lailatul qodar, yang di mana di malam itu semua malaikat turun ke bumi dan malam itu lebih baik dari pada 1000 bulan, bayangkan aja ketika malam itu kita melakukan amalan, seperti sholat atau baca Al-Quran udah kek manalah itu banyaknya amalan kita.

Ketupat Lebaran

Alhamdulillah masih bisa makan ketupat
Nah, yang ini yang jangan terlewatkan, biasanya sih ketupatnya di jadikan lontong gitu, jadi pas hari pertama lebaran rata-rata rumah nyediain makanan satu ini, sambil ada keluarga yang open house dan kumpul-kumpul keluarga besar, ya Ketupat ini meskipun ada yang jual setiap hari, tapi rasanya beda kalau makannya di hari lebaran pertama dan kumpul bareng keluarga besar sambil cerita-cerita yang kadang ga jelas juga ceritanya.

Silahturahmi

Biasanya ini adalah momen yang pas bagi kita-kita yang masih sekolah, selain menjadi ajang silahturahmi  dengan sanak keluarga momen ini kadang yang paling sangat di tunggu karena di momen ini banyak mendapatkan THR, kalau dah denger kata THR semua pasti senang, ga bisa lagi di bohongin, yang paling di incar dan di tunggu itu sebenernya adalah THR.

Tapi makin bertambah umur ya makin sikit yang di dapatkan, karena alesannya udah bisa cari duit sendiri, ahaha. Apa lagi kalau udah di kasinya pake Amplop Lebaran itu rasanya deg degkan aja, kerena ga nampak isinya, eh pas di buka rupanya isinya lima ribu, ahaha

Alhamdulillah dapat THR
Seriusan dulu waktu kecil sering bareng kawan-kawan keliling kampung ke rumah yang potensi ngasi amplop lebaran, ada Design yang lucu bentuknya sampe sayang amplopnya untuk di buang bahkan ada yang ngasi pakai amplop biru putih untuk ngasi surat izin waktu zaman SD dulu, tapi beneran kalau udah lebaran di kasi THR itu rasanya bahagia banget, serasa dapat rezeki nomplok, kalau dah tua gini masih boleh engga ya hunting THR lagi, 😂

Kue Lebaran

Ini nih yang kadang bikin gatahan waktu pas puasa, buat kue di rumah, apalagi sudah masuk ke seminggu sebelum lebaran, di sini momen di mana semua atmosfir bumi di buat wangi dengan panggangan kue dari tiap-tiap rumah, dan cobaan bagi yang berpuasa itu makin bertambah 😁 . Tapikan kalau pas lebaran itu yang paling di incar sih biasa bola-bola coklat, kalau engga ya kacang tojin, itu sih biasanya yang paling di incar, soalnya kalau udah makan kacang tojin itu lupa dunia, bawaanya pengen ngunyah terus, tapi tetap jaga kolesterolnya ya kalau nanti lebaran, jangan berlebihan, kalau kamu suka engga kacang tojin? atau kamunya suka sama aku? eh.

Tapi inilah momen lebaran, yang dimana keluarga jarang untuk ngumpul jadi ngumpul untuk bertemu, dari yang di luar kota yang banyak kerjaanya, yang sok sibuk sendiri, semuanya berhenti untuk menundukan egonya masing-masing di momen ini, saling bermaaf-maafan jadi kunci utama di momen ini, ya namanya juga Idul Fitri kembali Ke Fitri dan suci, masa kamu gamau maafin aku, maafin aku yah yang dulu sudah meninggalkanmu, eh.

Ya semoga aja ini bukan lebaran kita terakhir, tahun depan kita juga rindu kumpul-kumpul bareng keluarga lagi, rindu maaf-maafan lagi, bukan nanti jadi ajang pamer-pameran yo.. Awas salah niat kamunya, nanti jadi dosa.

Kalau kamu punya engga yang di rindukan pas lebaran? kalau aku sih sebenernya masih banyak,  tapi males ah cerita sama kamu, nanti aja lebaran selanjutnya kita lebaran bareng biar aku ceritakan langsung, ahaha...

Baca Lagi Ah. . . → Lebaran? Yang Di Tunggu Dan Dirindukan

May 10, 2018

Hai Senyuman, Apakah Kau Lelah? (1)

 "Hai sahabat, ku harap kau tak tahu dengan senyumanku"
Itu kalimat pertamaku saat aku tersenyum dengan mereka yang menjabat tanganku dan menyebutkan nama mereka dengan mata yang berbinar penuh rasa bahagia.

Entah dari mana aku mahir dalam menyembunyikan perasaan, entah siapa jua yang mengajariku untuk memendam semuanya sendiri, ah, entahlah, begitulah dalam hatiku berkata dengan beberapa pertanyaan yang aku lontarkan ke diriku sendiri ketika aku ingin mengistirahatkan ragaku yang setiap harinya lelah entah kenapa.

Ya, beginilah aku, yang tumbuh dari rumitnya
hidup yang mungkin tak semua orang bisa setegar hatiku, jujur saja, aku tak suka merepotkan orang lain di hidupku, ya meskipun pintaku terkadang terlalu banyak untuk mereka penuhi, ya ujung-ujungnya kalau mereka tak mampu, ya aku sendiri yang mengerjakan.

Ah, sudahlah, begitu dalam hatiku ketika aku mulai merasa kecewa atau juga cemburu dengan mereka, yang tak punya kegiatan apa-apa tapi masih lari dengan kesibukan yang baru saja mau di beri, kalau sudah begini ya cukup sabar aja, lagian dia sendiri yang rugi, bukan aku.

Aku masih ingat kapan pertama kali aku mulai membungkam setiap masalah yang ku hadapi, bukan memikirkan sendiri, hanya saja aku tak ingin melibatkan manusia yang lain dalam masalahku, ya lebih baik aku sendiri saja yang mencari solusi, ya kalau ga bisa aku akan cari siapa yang bisa aku ajak untuk mencari solusi.

Hari-hari berlalu dengan teramat cepat, langkah kaki kecil yang dulu masih ku ingat kini mungkin sudah berukuran 41 atau 43 kalau di pasangkan sepasang sepatu, tak banyak kesedihan yang bisa terucap dari bibirku, aku lebih senang membuat mereka tertawa bersama dari pada harus membagi rasa sedih dan rasa bersalahku kepada mereka.

Ya, aku benci mereka memiliki rasa iba terhadapku, rasa apa iba itu? apa memecahkan solusi? atau itu hanya menguliti semangat yang seharusnya tumbuh bersama hati, ya kala itu aku tak tau harus apa, aku lebih senang berjalan sendiri meninggalkan jejak yang perlahan hilang ketika ku berjalan jauh darinya.

Hai senyuman, ku harap kali ini kau bertahan lama bersahabat denganku, untuk menyembunyikan beberapa kesedihan yang tak seharusnya ku bagikan, memalsukan rasa bersalah yang ku ingin membuatnya menjadi rasa bahagia di sekelilingku.

Mungkin untuk saat ini, bolehlah aku bekerja sama denganmu untuk waktu yang tak di tentukan, bolehkan aku bersahabat denganmu untuk saat ini, duhai senyuman, aku hanya ingin tak ada lagi rasa sedih yang teramat di sekitarku.

Lalu kala itu sempat aku berfikir "Untuk apa aku memberikan rasa bahagia kepada mereka?" apa juga untungnya denganku?

Bukannya menyenangkan memberikan rasa sedih dengan mereka yang sedang bahagia.

Ah, tidak,, aku tak sekejam itu, aku lebih menyukai mereka bahagia dari pada mereka susah, siapa sih yang senang melihat orang lain susah? siapa juga yang susah.

Karena aku tau, di setiap rasa bahagia itu ada harapan di kemudian hari, lantas bagaimana kita menyikapinya? mau menghancurkan harapan mereka di awal dan meninggalkan, atau memberikan dukungan dan mewujudkan harapan itu di kemudian hari.

Dasar kau senyuman, kamu hebat, bisa mengubah segalanya, ku harap kau tak meninggalkanku saat ini.

Ku harap kau tetap betah denganku yang mencoba menghilangkan gundahku kali ini, agar kelak aku bisa memberikan senyuman yang seharusnya di dalam hidupku...
Baca Lagi Ah. . . → Hai Senyuman, Apakah Kau Lelah? (1)