Jan 29, 2018

Apa Kamu Teman?

Masih Ngeganjel di hati, hm atau mungkin masih ga nyaman aja perasaannya, mungkin aku yang kelewatan atau mereka yang tak mengerti aku, yuada sih, gapapa tapi mungkin aku aja yang bodo atau aku aja yang terlalu ramah kali ya.

Wis percuma cerita ke sini atau ke sana ujung-ujungnya juga entar ga di sukai, wkwk, mungkin aku aja kali ya yang terlalu sensitif sama perkataan mereka atau pernyataan mereka, bisa aja aku aja yang berfikir negatif kepada mereka, yuada deh, aku lanjut aja, namanya aku juga makluk sosial butuh teman butuh pengertian dan butuh kasi sayang, eh

Jadikan aku bingung aja kali ini, soalnya aku cerita sama sahabatku eh dianya malah punya rasa yang sama malah mungkin lebih buruk dari aku, tapi bukan itu sih masalahnya, masalahnya perasaan macam apa ini, kok aneh aja, kalau kengen juga ngga, marah ngga, kesel ngga, tapi berat aja. hm

Mungkin kali aku banyak dosa kali ya sama mereka, mungkin aja, atau mungkin aku yang kurang memprioritaskan mereka karna kesibukanku juga, bisa jadi sih, atau aku yang suka menghindar ketika aku tahu bahwa teman ku itu hanya butuh aku saat dia butuh, atau malah sebaliknya.

Tapi perlahan-lahan juga nampak kok siapa yang salah siapa yang benar, seperti kata guru ngajiku dulu tinggalkan sesuatu karna Allah, maka sesuatu itu akan Allah ganti dengan lebih baik, mungkin aku hanya ingin di dengarkan saja, bukan untuk mengadu dan besikap lemah, karena tiap manusia juga butuh manusia lain juga untuk berdiskusi, untuk berbagi suka maupun duka, dan harus ngerti satu sama lain aja, mungkin saja seperti itu, terus saling menasihati dan memperkuat. Mungkin saja bener, kita kan gatau apa yang di lakuin kawan kita di belakang kita, bisa jadi di depan kita pura-pura baik atau malah yang paling semangat mendukung kita, lucu aja kadang berteman itu, sampai akhirnya aku asik dengan namanya sendiri, ya apa apa sendiri kemana mana sendiri.

Sendiri itu tenang, ya sendiri itu rasanya damai, ga nyusahin dan ga di susahin, tapi terkadang sendiri itu malah membosankan, kadang ga ada kawan untuk berbagi misal berbagi cerita atau apalah gitu, berbagi hal yang ga penting gitu, atau apa aja deh.

Jadi inget sama nasihat waktu kecil dulu, le.. kalau udah gede cari temen yang baik jangan yang nakal, ibaratnya itu kita berteman sama penjual minyak wangi meskipun kita ga jualan ya kita dapat wanginya, jangan cari yang tukang pande besi, kita berkawan itu ujung-ujungnya kita kena asapnya atau baju kita malah terbakar, jadi maksudnya di sini bukan ga boleh bekwan sama tukang las loh ya.

Cari kawan itu yang baik yang bisa tuntun kita dalam kebaikan, jangan cari yang ngeyel atau nakal bisa jadi kita malah yang terpengaruh, bukan kita yang mempengaruhi.

Lah, terus aku bingung apa tujuan artikel ini, wkwk

Intinya itu sih kalau mau jadi orang baik kita berteman dengan orang baik, nah kalau mau berteman dengan orang baik kita mesti jadi orang baik dulu. caranya? banyakin doa, deketin Allah jangan adek itu, nah kalau kamu malah jauh dari Allah ya malah di jauhin lagi kamu, akhirnya kamu sendiri deh yang nyesel. Dan untuk kawan kawan yang baik di sekelilingku sungguh aku ini orang baik (halah bongak) wkwk.

Yauda deh kalau ga percaya, kita berteman aja setelah ini, mana tau yakan. wkwk

Dan untuk yang baca, semoga kamu ga nyesel. hehe




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca, menyukai dan mengometari.