Mar 27, 2018

Sistem Komputer "Fix Aku Salah Jurusan"

Kadang angan itu tak sesuai dengan yang seperti kita harapkan, dimana angan lebih indah dari pada poses menjalankannya, oke kali ini fix aku salah jurusan di perkuliahan, loh kok bisa? 

ya bisa dong, ahaha


Semua ini berawal dari aku wisuda di pertengahan Agustus tahun lalu, di mana semua lelah dan penatnya masa perkuliahan berakhir di situ, dan kabar baiknya aku terpilih menjadi yang terbaik nomor dua di prodiku (bolehlah agak sombong dikit) Oke baik, kali ini bukan mau bahas tentang kuliahku yang sudah kelar.

Kali ini aku mau cerita sedikit tentang apa yang terjadi, awalnya itu aku bimbang mau melanjutkan kuliah atau tidak, soalnya jelas di medan yang Multimedia D3 yang oke itu ya di kampusku, tapi di sini permasalahannya bukan itu, melainkan dimana di kota Medan ini yang menyediakan S1 yang masih belajar tentang itu,,

ada loh, di Universitas Potensi Utama kan ada,,!

oke fix aku datang ke kampus Potensi Utama yang lebih akrab di sapa UPU oleh banyak orang, nah di sini itu memang ada jurusan, DKV (Desain Komunikasi Visual) tapi masih baru ya kemarin itu sewaktu aku tanya ke mereka mahasiswanya masih semester IV, oke baiklah, karena masalah itu aku ga bisa ikutan sementara akukan udah VI semester, jadi kalau mau lanjut ya ngikut di semester II atau di semester VI.

Akhirnya aku putuskan untuk tidak mengambilnya, karena kalaupun di ambil itu bakalan lama, dan mungkin aku bakalan tamat lebih dari 2 tahun, sementara kau aja di D3 udah menghabiska waktu lebih dari 2,5 tahun terus kapan lagi nikahnya yakan, eh.

Oke, akhirnya aku browsing-browsing kampus yang ada jurusan sejenis di kota ini, dan ada di Universitas apa gitu, akupun lupa.

Dan ternyata usut punya usut, sama aja, wkwk

Pada akhirnya waktu itu main-main ke kampus, sekalian ambil ijazah, aku tanyainlah kawanku satu satu mereka lajut kuliah di mana dan apa sekarang kegiatan, ya sebagian sih pada ambil di jurusan yang sama yang di tawarkan oleh pihak kampus D3  karena basic mereka juga bukan design tapi programer, alhasil aku mimbang, antara ikutan mereka atau ikut dengan jurusan DKV semester IV.

Singkat cerita, aku makin bimbang di perjalanan, sementara batin tak karuan fikiran juga kacau karena beasiswa yang tak kunjung keluar, alhasil setelah lama menimbang dan merenungkan, aku pingin ke luar kota saja, dan ternyata itu gak membuahkan hasil, lantaran qodar dan restu tak seiring jalannya.

Ok, akhirnya ga putus semangat, masih mencari jurusan yang kenaan di hati, dan akhirnya kawan aku menghubungi, dia ngajak pigi bareng ke Panca Budi, di sana bareng-bareng nannya semuanya, dan yang cocok dengan jurusan kami di kampus D3 itu, dan yang cocok dan ada di situ Sistem Komputer.

Sistem Komputer, jurusan yang ga pernah ku bayangkan sebelumnya bisa masuk ke dalam lingkup pembelajarannya, dan ga bisa terbayangkan apa jadinya aku pas proses belajar mengajar, sementara jurusan awalku basicnya disain bukan program, dan yang mengejutkan, aku ambil jurusan itu. wkwk

Langkah awal, semua bejalan dengan biasa masih santai kala itu menunggu tanggal masuk dan menyusun KRS online yang belum juga di keluarkan oleh pihak kampus.

Oke, kali ini aku masuk ke kelas, dan ternyata pelajaran pertama itu adalah pelajaran yang sudah ngga ku pelajari lagi selama 3 tahun lebih, dan akhirnya akupun bingung, soalnya semua hitungannya mengenai fisika dasar, dan hitungan-hitungan yang belum pernah di pelajari di bangku sekolah dulu.

Dan pada akhirnya juga selama seminggu pelajaran berlangsung gak ada satupun yang pernah di pelajari selama di D3 dulu, oke fix kali ini beneran salah jurusan.

Lah terus, kenapa masih bertahan? kan udah salah jurusan...

Hmm... awalnya juga mimbang, tapi ada satu yang menyakinkan, sebab dulu itu aku suka experimen tentang listrik dan tegangannya meski ga tau itung-itungannya, jadi ceritanya aku jumpa dengan alumni kampus itu, dan panjang juga waktu bercerita sama dia.

Abang itu banyak bercerita tentang bagaimana dulunya dia gatau apa-apa sampai dia bisa membuat suatu alat atau bisa di bilang robot dengan usaha dia sendiri, padahal dia sebelumnya juga gatau apa-apa, dan dia banyak juga memberikan saran dan masukan untuk kedepannya.

Lah, emang apa hubungannya? hubungannya itu dia memberikan point di ujung pembicaraanya yaitu jangan membatasi ilmu pengetahuan yang saat ini di ambil, bisa jadi yang jurusan sekarang ini ga nyambung itu malah membuat maju kedepannya, bisa membuat kita lebih berkembang untuk mengembangkan diri dan banyak lagi masukan yang di berikannya.

Dan kali ini memang harus di lewati hal yang beginian, di tekuni, di pelajari, dan di gemari, InshaAllah kedepannya bisa mengetahui semuanya satu-satu.

Nah, bagi kamu yang terjebak rasa bimbang seperti aku, mungkin ada kalanya kita renungkan lagi dan kita pahami lagi, kenapa kita bisa masuk ke dalam zona yang kita tidak tau apa-apa, dan kalau masih bimbang coba tanya kakak-kakak senior atau juga bisa alumni, ya paling ngga cerita ke orang tua dulu. hehe





2 comments:

  1. Ternyata orang terbaik di prodi. Wahh wahh. Akankah di S1 juga begitu? Kita saksikannnn wisuda S1 nyaaa. Hahaha.
    Kadang apa yang kita pilih, belum tentu cocok untuk kita. Apalagi jurusan. Aduh, berat menjalankannya. apalagi kalau sudah salah jurusan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gitu, ntahpun nanti bakalan nikah di luan sebelum wisuda, berat nih soalnya, berat 😅😅

      Delete

Terima kasih sudah membaca, menyukai dan mengometari.