15.11.20

Ketika Kamu Pergi

Arif Arlub
Ini adalah bulan terakhir kedua di akhir tahun, ya benar saja, akhir bulan selanjutnya sudah awal tahun di tahun yang baru, di tahun ini banyak kejadian aneh yang mungkin saja tidak kamu ketahui setelah aku dan kamu mencoba untuk memilih jalan kita masing-masing.

Tidak cukup lama kita menjalani jalan kita ini, tak selama kita menjalani jalan kita bersama dahulu, ini bukan karena rindu, dan juga bukan tempat untuk mengadu, tulisan ini mungkin lebih terkhusus untuk banyak bersyukur karena pernah satu jalan dengan kamu

Awal tahun ini begitu berat di jalankan, hubungan yang mungkin kalau kita pertahankan akan menjadi luka lebar kedepannya, atau mungkin bisa jadi masalah di kemudian harinya, sabar itu perlu dalam hubungan tetapi ketika kita memilih beda jalan karena alasan bosan dan capek itu bukan suatu alasan.

Setelah kamu pergi banyak yang berubah, yang biasa ada sekarang tidak, yang dulu berdua sekarang sendiri, yang dulu berbagi sekarang tak lagi, apalagi di tambah tahun ini tahun yang cukup aneh saja, banyak kejadian setelahnya.

Hari ini mungkin mood untuk mengisi tulisan di tempat ini sudah baik, hati sudah makin baik rasanya, dan yang lalu mungkin sudah tak seluka sebelumnya, maaf bila diriku juga banyak salah sebelumnya dan terima kasih sudah jadi penyabar untuk selama itu.

Bukan gamau memberi kabar atau apa sejenisnya, tapi biarlah kita begini saja, tidak ada yang saling menyakiti dan tidak ada yang saling melukai baik dari aku dan dari kamu, kita sama-sama keras kepala menjalani hubungan sebelumnya, kita bahkan tak pernah berfikir kalau kita sekarang bisa lagi tak sama.

Terima kasih untuk tahun sebelum-sebelumnya, jika hari ini kau sudah ada yang punya, jaga dia, jangan terlalu egois untuk menjalani suatu kisah, kita kasi kebebasan siapapun nantinya yang bakal menemani hari kita, baik kemarin, hari ini, atau besok dan selamanya.

Harapan untuk kedepannya, semoga kita baik-baik saja, terima kasih untuk sebelumnya, sudah membuat kecewa dan kecewaku karenamu sudah diselesaikan.




No comments:

Post a Comment

silahkan tinggalkan jejak kamu di sini.

Copyright 2020 Midnight Diary of Arlub