Thursday

Kediri, Monumen Simpang Lima Gumul

Kediri, Sebelumnya aku juga gatau ada apa aja di kota Kediri ini, kota yang di juluki dengan kota tahu ini, jujur saja, aku gak tau dengan apa aja ada yang ada di kota ini, yang aku tau tentang kota ini adalah pondok pesantren dan ada menara emas di salah satu menara masjid.

Sekitar pejalanan dari kota Kertosono, Jombang, yang cukup memakan waktu sekitar satu jam-an dengan naik bus dan tentu saja transportasi umum di sana cukup murah, dengan membayar Rp.7000,- sudah bisa sampai ke kota Kediri, ya kemarin itu aku naik bus Sumber Kencono, meskipun di dalam bus penuh dengan penumpang dan ya harus rela berdiri, tapi di situ bagian serunya, harus rela bersabar sampai dapat bangku yang kosong di dalam bus.

Sampai di Nganjuk, bus sudah terasa agak lapang dari pertama naik tadi, banyak yang sudah duduk dan sudah sedikit pula yang memberhentikan bus di pinggir jalan, akhirnya akupun dapat tempat duduk setelah banyak penumpang yang turun di pabrik rokok Gudang Garam.

Sampai di terminal kediri, kami belum juga turun karena kami ingin turun agak masuk ke dalam kotanya sedikit, agar bisa mencari kendaraan umum lebih mudah, sampai di kota, kami putuskan turun di depan SPBU, ya, kalau kamu gatau mau kemana, dan belum tau tempat itu seperti apa, saran aku yang kamu berhenti saja di tempat yang aman, seperti SPBU, atau kantor yang ada keamanannya.

Setelah turun, aku dan kawanku langsung memesan ojek online untuk pergi ke Masjid Wali Barokah Kediri untuk bermalam di sana, dan tentu untuk menyiapkan perbekalan lainnya yang harus di siapkan besok harinya untuk pergi ke kota lainnya.

Malampun tiba di kota Kediri, tentu aku juga belum familiar dengan keadaan di daerah Jawa dan Yogya, sebab di Medan Magrib itu ya pukul 18.30 itu baru mulai gelap dan di sini jam 17 saja sudah gelap, tapi begitulah harus bisa menyesuaikan dengan waktu yang ada di daerah yang kita tuju dan harus menyediakan semua yang di butuhkan ketika mendadak.


SLG (Simpang Lima Gumul)

Aku dan kawanku di Kediri jumpa dengan kawan yang baru saja di kenal asal Palembang, lalu malam itu di Kediri dia mengajak untuk jalan ke SLG, awalnya aku bingung apa itu SLG soalnya kurang mengeksplor tentang apa-apa aja yang ada di kota itu, apa lagi kali ini benar-benar mendadak perginya dan ga ada persiapan apa-apa.

Dari Masjid Wali Barokah Kediri kami berjalan sampai dekat dengan alun-alun kota Kediri di sore harinya, dan dari situ kami memesan ojek online untuk pergi ke SLG atau Simpang Lima Gumul.

Sesaimpainya di sana sekitar pukul 17.30 hari mulai gelap seperti biasa, kami masuk ke Simpang Lima Gumul dari lorong bawah tanah yang mungkin panjang lorongnya kurang lebih 100 Meter gitu dan tembus langsung ke Tugunya dari parkiran yang sudah di sediakan, di dalam lorong ada yang cukup menarik bagi aku, dimana di kanan kirinya banyak sekali foto-foto sejarah yang di pajang di sepanjang lorong bawah tanah ini, cukup mengesankan.


Di Tugu Simpang Lima Gumul terdapat banyak sekali spot foto yang bagus dan di lokasi ini juga nyaman untuk mengahabisakan waktu sore ke malam bareng dengan kawan-kawan ataupun keluarga, letaknya tepat di simpang lima yang simpang ini menghubungkan kota Kediri Menuju Gampengrejo, Pagu, Pare, Pesantren dan Plosoklaten.

Bangunan yang unik ini mulai didirikan sejak 2003 dan diresmikan pada tahun 2008, di sini juga bisanya bisa naik ke atas tugunya, tapi sewaktu aku dan kawan aku sampai di sini lagi tidak bisa, dan mungkin karena sudah malam juga, atau memang ada waktu-waktu tertentu untuk naik ke atas tugu ini.

Belanja oleh-oleh khas SLG juga ada di sini, ada toko souvenir yang memang menyediakan dan menjual barang atau kenang-kenangan yang bernuansa Simpang Lima Gumul ini, ada banyak souvenir yang di sediakan, mulai dari gantungan kunci, baju, gelang, gendang, kalung, topi, dan kerajinan tangan lainnya yang bisa di bawa pulang dengan harga yang cukup bersahabat dengan kantong.



Untuk Sholat di Simpang Lima Gumul ini menyediakan Musholah yang terletak di dekat pintu masuk terowongan bawah tanah, cukup bersih, tapi aku dan kawanku kemarin tidak sholat di situ karena sangat ramai sewaktu kami main ke Simpang Lima Gumul ini, jadi kami putuskan untuk sholat di masjid terdekat dengan Simpang Lima Gumul ini.

Dan pastinya, kalau ga jajan ga afdol dong, nah di dekat sini ada semacam pasar malam gitu, banyak sekali orang yang berjaualan makanan di malam itu, dan pastinya harus pandai-pandai memilih makanan ya, jangan sampai semua di beli tanpa memilih, dan jajanan di sini cukup murah dan bersahabat dengan uang yang saat itu kita bawa, jadi kita bisa jajan malam itu. Dan kurang tahu juga itu apa ada setiap malam atau memang sewatu itu saja, soalnya sewaktu kami sampai di lokasi penjualan makanan juga mau ada acara besar di kota kediri itu.

Ada pasar malam yang cukup besar di dekat SLG itu, dan kalau mau bermain harganya cukup murah cukup membayar Rp.5000,- sudah bisa bermain di salah satu wahana yang di sediakan pasar malam itu, dan sungguh di daerah Simpang Lima Gumul Itu sangat hangat dan luar biasa, apalagi di tambah banyak barang-barang murah dan makanan murah yang di sediakan.

Pasar Malam Simpang Lima Gumul
Mungkin itu saja cerita Simpang Lima Gumul atau yang di singkat dengan SLG, selanjutnya mungkin kalau ada waktu bisa main lagi ke tempat ini dan pastinya tulisan ini akan di update setelah kembali kesana kalau ada kesempatan.

Kalau ada yang punya pengalaman kita sharing yuk di kolom komentar di bawah ini mengenai Simpang Lima Gumul 😄



2 comments:

  1. enak banget bisa kemana - mana .... kepingin

    ReplyDelete
    Replies
    1. dulu juga ga bisa kemana-mana kok, cuma buat planing aja, nanti satu hari harus bisa ke sini, ke sini, nah akhirnya satu satu jadi kenyataan, karna di doakan..

      Delete