Monday

Yogyakarta, Tujuan Liburan Tanpa Panduan

Siapa sih yang gak tau dengan Provinsi satu ini, yang letaknya tentu dekat dengan pesisir pantai selatan pulau jawa, berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah yang di mana Provinsi ini menawarkan sejuta pesonannya untuk memberikan hal menarik yang menunjukan ciri khasnya.

Apa sih yang kamu fikirkan ketika kamu sampai di daerah tersebut tanpa ada orang yang kamu ketahui sebelumnya?, pasti bingung untuk pertama kalinya mau kemana hari ini dan naik dengan apa kendaraan yang bisa membawa kesana kesini.

Begitulah cerita kali ini, ketika pesawat landing di bandara Adi Sucipto Yogyakarta, belum terbesit mau kemana hari ini dan mau naik apa hari ini ke tujuan, dalam rangka mengemban tugas yang sudah di amanahkan, maka modal nekat dan niat adalah kunci utama dari suatu perjalanan meski uang yang di bawa cukup pas pasan tapi tidak menurunkan tekat yang sudah bulat untuk melangkah di wilayah yang sebelumnya belum pernah di jelajahi di sana.

Ketika landing jujur kali ini ngga ada yang jemput, ga ada orang yang nulis nama di selembar kertas di pintu kedatangan, waktu itu aku berdua dengan kawanku, kami ngga tau apa-apa mengenai daerah tersebut.

Jadi yang pertama kali di lakukan adalah mencari masjid terdekat dengan badara, tentu di sana banyak masjid karena ga sedikit orang islam di sana, dan waktu itu pukul 3.15 waktu sana dan sudah ashar di masjid kami berhenti sejenak untuk sholat ashar dan rebahan sebentar, lalu karna posisi kamu tujuannya itu adalah kertosono kami memanfaatkan info yang ada yang kami punya waktu itu.

Trans Yogya dan Stasiun Lempuyangan

berhubung kami bingung mau kemana dan bener-bener gatau gimana caranya berangkat ke kertosono kami beranikan diri untuk menannya, dan benar saja kebanyakan orang mengatakan kalau mau ke sana naik bus saja mas nanti turun di beraan kertosono itu onkosnya paling 40rb an mas, dan ya naiknya di terminal saja, tapi kalau masnya mau enak sekarang ya bisa naik kereta api saja.

Oke, karna ada kereta api yang bisa menuju ke sana, langsung buka aplikasi di hp dan cek tiket dan ternyata untuk keberangkatannya hanya ada jam 2 dini hari, dan tersisa hanya 5 kursi lagi untuk kelas ekonomi, dan langsung saja boking tiket tersebut dengan harga 80rb persatu tiketnya, lalu masalahnya bagimana kami ke stasiun?

Dan kami di Yogya juga gatau mau ke arah mana berlabu, dan stasiun yang kami ambil adalah stasiun lempuyangan ga terlalu jauh dari malioboro dan kenapa kami tidak ambil dari stasiun tugu yogyakarta, itu karena masalah biaya yang cukup jauh berbeda, padahal dengan kereta yang sama, mungkin memang sudah di atur begitu.

Malam semakin larut, sekitar pukul 9.00 di yogya kami ke terminal Trans Yogya yang berada di bandara Adi Sucipto, dan kami bertanya ongkos untuk turun di malioboro, dan ternyata cukup murah, hanya 3500 rupiah saja untuk sampai di malioboro sementara jarak dari bandara ke malioboro cukup lumayan jauh.

Sesampainya di Malioboro kami bingung mau ngapai, posisi di malioboro pada saat itu masih liburan dan penuh dengan pengunjung, aku yang nenteng tas ransel besar, dan kawanku yang membawa koper besar, mengelilingi Malioboro sampai sekitar pukul 11 malam, dan kami cuma duduk-duduk saja di Malioboro dan tidak membeli apa-apa di sana karena takut menambah bawaan yang sudah cukup berat untuk di bawa.

Sekitar pukul 11 lewat 40 malam, sampailah kami di stasiun dengan menggunakan gocar, dan mencoba istirahat di stasiun tersebut dengan rasa cukup was-was, ya cukup was-was karena kami gatau siapa-siapa di sana dan yang pastinya ya harus bisa jaga barang yang sudah di bawa.

Akhirnya keretapun tiba di stasiun Lempuyangan tepat dengan jam yang sudah tertera, langsung kami bergegas naik ke dalam kereta, sekitar perjalanan kurang lebih 4 jam itu kami mencoba istirahat di dalam kereta dan sekitar pukul 6 lewat kami sudah tiba di kertosono dengan aman, dan jumpa dengan orang yang ingin kami temui.

Bersambung....



6 comments:

  1. Ada yang bilang belum ke Jogja namanya kalau gak mampir di Malioboro. Emang hawa Malioboro sendiri terasa beda dan berkesan. Untuk Jogja sendiri juga udah banyak tempat wisata yang dikunjungi. Jadi kangen ke Jogja lagi kan =))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau ga ke malioboro macam makan bakso ga pake cabe hambar, [-( iya jadi kangen ke yogya lagi, ga ada habisnya sih kalau main ke sana, ada aja pemikatnya di sana

      Delete
  2. Di malioboro yang bisa difoto cuma tanda jalan malioboronya doang ya bang?? Maaf cuma nanya, karena belom pernah kesana heheh.
    .
    cek juga tulisanku ya bang di www.zulharmin.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha, ga afdol kalau main ke sana itu ga sekalian foto, kalau mau foto sih bagusnya siang aja, karna cukup sepi, tapi kalau mau ambil momennya bagus malam sih, tapi pakai kamera bagus ya, nanti hasilnya kyak di atas, kalau ga pakai kamera yang agak gak bagus :D

      Delete
    2. gak pas jawabannya bang dengan apa yang saya tanya wkwk

      Delete
    3. ahahaha, sengaja, biar di balas lagi, sebenernya ga hanya tanda jalan malioboronya aja sih, masih banyak yang lainnya, misal foto di stasiun tugu, atau foto di pembatas jalan yang cukup manarik, atau mau jalan sedikit aja udah jumpa sama tugu yogya, :D

      Delete